Sol y Luna
Matahari dan bulan, dua ciptaan Tuhan yang selalu saya banggakan. Entah apa yang dipikirkan Tuhan saat menciptakannya, dan entah mengapa Tuhan memberikan saya rasa kagum pada kedua ciptaan-Nya. Matahari dan bulan, dua sumber cahaya yang mungkin.. tanpa mereka dunia akan gelap dan kehilangan keindahannya. Mereka memang tidak pernah berhadapan langsung. Tetapi.. sepertinya itu yang membuat mereka spesial. Mereka tidak bersinar bersamaan, mereka tidak saling merenggut keindahan satu sama lain, dan itulah yang membuat mereka spesial.
Seperti yang banyak orang katakan, "roda kehidupan itu berputar." Saya.. setuju. Tidak harus kita bersinar setiap saat. Terkadang kita harus sengaja meredupkan cahaya dalam diri kita agar kita bisa lebih terang dilain waktu. Sama seperti bulan, tidak selalu purnama, tidak selalu bersinar semuanya. Dan itu yang membuatnya spesial, kita akan menunggu dan lebih puas saat melihat bulan purnama karena itu terlihat "langka" bagi kita.
Terkadang awan menghalangi cahaya dari matahari dan bulan. Ah.. saya kesal dengan awan. Apa dia iri karena ia tidak dapat bercahaya seperti matahari? Atau tidak bisa cantik seperti bulan? Padahal.. matahari sering memberikan sedikit warnanya agar awan bisa cantik dan terlihat bercahaya. Dan bulan juga sering ingin bekerja sama dengannya agar langit bisa lebih indah. Seharusnya.. langit dan bumi saling membantu agar ciptaan Tuhan terlihat lebih sempurna saat dilihat oleh manusia.
Saat saya melihat ke langit dan menemukan matahari atau bulan.. saya menjadi semakin ingin berdialog dengan mereka. Hey.. bulan.. kenapa kamu ingin bersinar di malam hari? Padahal.. saat malam.. sedikit yang bisa lihat dan sadar seberapa indah kamu. Apakah kamu tidak ingin banyak yang melihatmu indah seperti ini? Apakah.. kamu diciptakan untuk menyembuhkan orang-orang yang sakit di saat malam?
Dan.. matahari, kamu gapapa sering dicaci karena menciptakan panas? Apakah kamu tidak pernah sakit hati dan ingin redup saja saat tahu banyak orang yang tidak menyukaimu? Aku tidak bisa membayangkan seberapa sering kamu mengurungkan niat untuk redup hanya untuk menghidupi orang orang yang bahkan tidak menyukaimu.
Comments
Post a Comment