Skip to main content

Log II

 Sol y Luna


Matahari dan bulan, dua ciptaan Tuhan yang selalu saya banggakan. Entah apa yang dipikirkan Tuhan saat menciptakannya, dan entah mengapa Tuhan memberikan saya rasa kagum pada kedua ciptaan-Nya. Matahari dan bulan, dua sumber cahaya yang mungkin.. tanpa mereka dunia akan gelap dan kehilangan keindahannya. Mereka memang tidak pernah berhadapan langsung. Tetapi.. sepertinya itu yang membuat mereka spesial. Mereka tidak bersinar bersamaan, mereka tidak saling merenggut keindahan satu sama lain, dan itulah yang membuat mereka spesial.


Seperti yang banyak orang katakan, "roda kehidupan itu berputar." Saya.. setuju. Tidak harus kita bersinar setiap saat. Terkadang kita harus sengaja meredupkan cahaya dalam diri kita agar kita bisa lebih terang dilain waktu. Sama seperti bulan, tidak selalu purnama, tidak selalu bersinar semuanya. Dan itu yang membuatnya spesial, kita akan menunggu dan lebih puas saat melihat bulan purnama karena itu terlihat "langka" bagi kita. 


Terkadang awan menghalangi cahaya dari matahari dan bulan. Ah.. saya kesal dengan awan. Apa dia iri karena ia tidak dapat bercahaya seperti matahari? Atau tidak bisa cantik seperti bulan? Padahal.. matahari sering memberikan sedikit warnanya agar awan bisa cantik dan terlihat bercahaya. Dan bulan juga sering ingin bekerja sama dengannya agar langit bisa lebih indah. Seharusnya.. langit dan bumi saling membantu agar ciptaan Tuhan terlihat lebih sempurna saat dilihat oleh manusia.


Saat saya melihat ke langit dan menemukan matahari atau bulan.. saya menjadi semakin ingin berdialog dengan mereka. Hey.. bulan.. kenapa kamu ingin bersinar di malam hari? Padahal.. saat malam.. sedikit yang bisa lihat dan sadar seberapa indah kamu. Apakah kamu tidak ingin banyak yang melihatmu indah seperti ini? Apakah.. kamu diciptakan untuk menyembuhkan orang-orang yang sakit di saat malam?


Dan.. matahari, kamu gapapa sering dicaci karena menciptakan panas? Apakah kamu tidak pernah sakit hati dan ingin redup saja saat tahu banyak orang yang tidak menyukaimu? Aku tidak bisa membayangkan seberapa sering kamu mengurungkan niat untuk redup hanya untuk menghidupi orang orang yang bahkan tidak menyukaimu.  



Comments

Popular posts from this blog

markes n..

 hello everyone! Im abigail and i made the blog to share my daily life. do you know, i really love read a novels and yapping with u! i love when everyone hears my yapp and laughs my day w me. i also love the moon and sun, actually i wanted to give this blog "sol y luna" instead of "markes n such." but i dont think this blog will be a gallery to the sun n moon pictures, so i decided not to use my idea to give this blog "sol y luna."  but, why "markes n such"? markes n such is a name of Sal Priadi's album. that album is really good and sometimes it's so relating to my condition especially when i burned out. actually i dont think about the meaning of this name but it sounds good to me. but i think.. markes n such for me is means the place for all my little things. and ya, this blog is for my every atomic things that cross of my mind. 

Log I.

  Luka Cita Ternyata cita-cita bukan selalu tentang menang, tetapi tentang apakah kita nyaman saat melakukannya. Lalu.. mengapa kita selalu berpikir kalau "jika kita punya mimpi, membuat kita menang"? Sama seperti tokoh Utara, dia merasa dia harus menang dalam perlombaan catur padahal dia menyukai catur apa adanya. Jika kita terlalu menuntut diri kita untuk menang maka itu akan merenggut kenikmatan saat kita melakukannya. Dan sama seperti saya, terkadang.. belajar itu menjadi membosankan dan sangat berat dijalani kalau saya bertujuan untuk "selalu menang." We should being enjoy when we do something.  Terkadang saya berpikir, kenapa saya selalu menuntut diri saya untuk membuat hidup yang lebih bermakna kalau hidup ini sepertinya akan lebih bermakna saat saya nyaman saat menjalaninya. And i realize, dunia ini diciptakan sepertinya untuk bercanda, dan kita tidak perlu begitu serius dalam menjalaninya. Saya berpikir, kalau hidup ini menjadi serius bukan selalu karena ki...